Please Read This!

Thnx for visiting my blog, mohon maaf kalau disana-sini masih terdapat kekurangan. Dan untuk memperbaiki blog ini kedepanya, maka saya memindahkanya ke alamat baru di www.al-mansur.info, saran dan kritikan konstruktif sangat saya nantikan demi kebaikan kedepan. Thnx and happy blogging! www.al-mansur.info

"Fitna The Movie" Cara Bodoh Memfitnah Kaum Muslim

Fitna, mungkin inilah salah satu judul film paling terkenal didunia minggu-minggu terakhir ini. Bukan film berbiaya miliaran dollar produksi Warner Bross atau Universal Studios Holywood, bukan pula film buah karya tangan dingin Steven Spielberg ataupun Michael Bay, melainkan film karya pemimpin Partai untuk Kebebasan PVV Belanda Geert Wilders. Fitna adalah film yang bercerita tentang bagaimana ayat-ayat Alqur'an mengajarkan kepada kaum muslim untuk bersikap sangat keras dan memusuhi golongan non-muslim.

Fitna menampilkan gambar serangan di 11 September di WTC New York, serangan di Madrid dan London dan disajikan dengan penerjemahan ayat-ayat Al-Qur'an yang tentu saja terpotong-potong artinya, sehingga mengaburkan pemahaman tentang maksud dan tujuan ayat itu diturunkan. Secara umum film ini sangat mendiskreditkan, menghina, melecehkan dan memprovokasi kaum muslim di dunia, bahkan yang paling parah, seperti dikutip dari antara adalah adegan di akhir film yang memperlihatkan sebuah tangan mencabik satu halaman Al-Qur'an serta pemunculan gambar kartun Nabi Muhammad SAW dengan surban berbentuk bom di kepala yang bersumber dari kartun Jyllands-Posten dan beberapa detik kemudian disugestikan bahwa bom itu meledak.

Setelah penyiaran Fitna di situs liveleak.com seketika itu juga dunia merespon dengan keras, terutama kaum muslim. Dikutip dari detik, setelah resmi disiarkan jum'at (28/3/2008) dinihari WIB situs liveleak.com mengumumkan bahwa situs mengalami masalah karena menjadi targeted hacking attacks, informasi lebih jelas mengenai masalah gempuran hacker terhadap liveleak dapat di lihat disini.

Dijelaskan juga oleh media group terbesar di Belanda De Telegraaf, Risiko seperti inilah antara lain yang menyebabkan provider lokal Belanda tidak mau menjadi host untuk penyiaran Fitna. Sebelumnya provider Amerika, Network Solutions (NS), memutuskan menutup situs web Fitna (fitnathemovie.com) karena menerima banyak keluhan mengenai rencana penyiaran film yang melecehkan agama dan penganut Islam tersebut.

Reaksi keras juga muncul dari sekjen PBB, Uni Eropa, pemerintah Belanda sendiri dan tentu saja negara-negara muslim di dunia termasuk indonesia. DPR juga menyatakan "Perlu tindakan nyata untuk menghentikan film "Fitna" di Internet". Pertanyaannya selanjutnya adalah apa yang sebaiknya kita lakukan, sebagai kaum muslim untuk menyikapi masalah ini? Amarah dan kebencian adalah hal lumrah sebagai reaksi atas perlakuan yang sangat menyakiti hati kita, semua itu boleh dan sah-sah saja, hanya hal itu justru akan merugikan kita jika kita tidak mampu mengontrol emosi dan terpancing untuk melakukan reaksi terhadap Fitna secara berlebihan. Jika itu terjadi, yang paling dirugikan adalah image dari Islam itu sendiri. Reaksi berlebihan yang menjurus terhadap anarkisme justru membenarkan teori dan persepsi Wilders dalam memandang Islam.

Tindakan paling ideal yang harus kita lakukan sebagai kaum muslim, khususnya generasi muda muslim untuk men-counter serangan tersebut adalah dengan melakukan counter attact secara smart dan efektif. Salah satunya adalah penyebaran informasi yang sejelas-jelasnya keseluruh dunia tentang apa dan bagaimana sebenarnya ajaran Islam. Mengapa aku memilih judul "Fitna The Movie" Cara Bodoh Memfitnah Kaum Muslim, tidak lain karena kekurang jelian Wilders dalam menganalisa kapan moment paling tepat dalam melakukan serangan terhadap kaum muslim untuk memenuhi agenda-agenda politiknya. Kesaktian internet saat ini yang tidak mengenal batasan geografis memang sangat efektif dalam hal kecepatan delivery informasi, namun hal ini juga dapat menjadi bumerang bagi Wilders ketika pihak terserang, dalam hal ini kaum muslim melakukan counter attact dengan kecepatan dan keleluasaan yang sama dalam penyampaian informasi.

Kemampuan internet yang memberikan keleluasaan bagi masyarakat mengakses ribuan referensi tentang sebuah issue kontroversial dan kondisi sebagian besar masyarakat dunia yang sudah well education, tidak akan serta merta menelan semua informasi yang didapatnya (apalagi jika terlihat sangat kontroversial) tanpa melakukan filter dan kroscek kebenaran informasi tersebut. Jika masyarakat saat ini cukup pintar, maka manufer kontroversial yang dilakukan Wildert justru dapat menjatuhkan image dan kredibilitas dia sebagai seorang politisi yang menghalalkan segala cara tanpa didukung data-data valid, melainkan hanya bersumber kepada asumsi pribadi.


Menanggapi manufer semacam itu, sebagai bangsa yang bermartabat kita idealnya melakukan hal-hal yang bijaksana dalam melakukan serangan balasan. Reaktif boleh dan sangat wajar, tapi tetap menjaga emosi dan berfikir kreatif mencari cara bagaimana menyebarkan informasi sebagai klarifikasi dan menunjukkan bagaimana islam sebenarnya.

Bagi blogger seperti saya, persepsi dan pemikiran dalam menyikapi issue seperti ini dapat dituangkan dalam media blog dan disebarkan seluruh dunia. Atau mungkin contoh lain yang dilakukan anak bangsa ini dalam mengkomunikasikan jati diri Islam dapat dilihat dari karya Hanung Bramantyo dan Habiburrahman El Shirazy yang mengangkat isu percintaan, poligami dari perspektif islam sebenarnya dalam film Ayat-Ayat Cinta. Intinya lakukan apapun yang dapat anda lakukan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita.

Salah satu ciri masyarakat maju dan smart adalah kemampuan me-manage emosi yang baik (selain indikator-indikator yang lain tentu saja). Bukankah kita sudah cukup reaktif menyikapi masalah Fitna, sampai presiden SBY secara resmi mencekal Wilders masuk ke Indonesia. Ormas dan lembaga-lembaga agama di Indonesia dan di dunia pun sudah menunjukkan reaksinya, justru kalau kita sebagai generasi muslim gampang terprovokasi, itu berarti kita memndukung musuh-musuh kita mencapai tujuanya.


Sekali lagi kita tidak perlu over reaktif menyikapi masalah fitna karena sebenarnya isu pendiskreditan Muslim bukanlah isu yang baru. Banyak film-film Holywood yang secara implisit juga mendiskreditkan kaum Muslim. Film The Kingdom misalnya, film yang dibintangi oleh Jamie Fox yang berperan sebagai agen FBI yang menyelidiki masalah terorisme yang selalu di identikkan dengan Islam. Selain itu ada 300 yang menggambarkan raja persia sebagai tokoh yang sangat bengis, kejam dan jahat atau bahkan Stealth dimana salah satu terorisnya bernama Mansur Ali Khan (hampir sama dengan namaku :)) dan masih banyak lagi. Tujuan yang ingin saya capai dalam penulisan artikel ini adalah ajakan kepada saudara muslim dan juga teman-teman non muslim lainya untuk selalu berfikir cerdas dalam menyikapi sebuah issue besar dengan selalu menerapkan filterisasi dan mencari referensi-referensi validitas sebuah informasi apakah layak untuk dicerna atau tidak. Itu menurut persepsi pribadi saya, bagaimana dengan anda?

1 Response to ""Fitna The Movie" Cara Bodoh Memfitnah Kaum Muslim"

Anonymous Says :
April 6, 2008 at 11:08 AM

Saya juga tidak setuju dengan film "fitna" ini yang menyinggung suatu pemeluk agama, dan saya juga tidak setuju dengan filem Ayat-ayat cinta yang juga menyinggung pemeluk agama lain. Kedua film ini sama-sama menyinggung orang lain, cuma kadarnya aja yang beda, tapi intinya sama ...

Film Fitna harus kita tolak bersama, dan Film AAC seharusnya tidak boleh dipertontonkan secara terbuka, seharusnya untuk kalangan terbatas (pemeluk agama bersangkutan).

Dan saya rasa, film Fitna ini tidak akan muncul jika politik tidak dicampur adukkan dengan agama. Banyak sekali gerakan politik untuk mendapatkan dukungan, mereka membajak agama dan menungganginya mencapai ambisi politik kekuasaan. Akhirnya nama agama menjadi tercemar....kesucian agama menjadi tercemar oleh segelintir orang .....

Post a Comment