Please Read This!

Thnx for visiting my blog, mohon maaf kalau disana-sini masih terdapat kekurangan. Dan untuk memperbaiki blog ini kedepanya, maka saya memindahkanya ke alamat baru di www.al-mansur.info, saran dan kritikan konstruktif sangat saya nantikan demi kebaikan kedepan. Thnx and happy blogging! www.al-mansur.info

Legenda Hidup Singapura: Lee Kuan Yew

Tahun 1959, People’s Action Party (PAP) pimpinan Lee Kuan Yew berhasil memenangkan pemilu di Singapura dengan menguasai 41 dari 53 kursi di parlemen. Saat Lee diangkat menjadi perdana menteri, kas negara dalam keadaan kosong, kondisi negara carut-marut, penerapan hukum buruk, konflik antar etnis, masyarakat jorok dengan sampah dimana-mana dan pengangguran mencapai 40%. Sedangkan sumber daya alam sangatlah minim, luas Singapura hanya 400 km dengan komoditi andalan cuma padi. Kalaupun seandainya semua lapangan sepak bola dikonversi menjadi sawah, ia hanya mampu menyajikan beras untuk 40.000 orang. Untuk membangun turisme-pun susah karena masyarakatnya jorok dan tidak mempunyai pantai yang bagus.

Lee hanya mempunyai sebuah impian dan beberapa orang pemikir, dan didukung satu modal utama, yaitu lokasi singapura yang strategis. Dengan tekad bulat Lee harus mengubah singapura. Ia memimpikan sebuah negara kecil yang bersih, disiplin, memegang kuat tradisi penghormatan terhadap orang tua, dan tentu saja kaya. Lalu harus dimulai dari mana? Lee berfikir keras sambil diliputi kekhawatiran kalau Singapura tidak segera berubah dan ia tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi penduduknya, Singapura akan menjadi sasaran penyebaran Komunis. Maka dengan segera ia menggulirkan pekerjaan tersebut. Ia menugaskan Dr. Goh Keng Swee untuk merancang pembangunan yang agresif. Goh segera bertindak, Industrialisasi adalah pilihan utama, hanya masalahnya Singapura tidak punya bahan baku, SDM yang kurang berkualitas, tidak ada ketrampilan Industri, dan yang paling parah, tidak punya pasar yang cukup besar. Itulah sebabnya mereka menjalin pasar bersama (common market) dengan Malaysia. Namun itu saja belum cukup.

Untuk memajukan perekonomian, pemerintah Lee meminta bantuan PBB agar mengirim ahli ekonominya. Pada tahun 1960 PBB mengirim misi survei industrial yang dipimpin oleh Dr. Albert Winsemius, yang dibantu oleh seorang keturunan China, I.F.Tang. Dengan bantuan keduanya, Lee merumuskan strategi pembangunan ekonomi global yang berorientasi pada keunggulan daya saing dan produktivitas lewat pemerintah yang bersih, masyarakat yang disiplin dan industrialisasi yang ditangani oleh tenaga-tenaga profesional. Pemerintahan Lee tidak anti asing maka setiap bangsa boleh ikut mengembangkan Singapura asal betul-betul profesional dan menguntungkan negara. Ada dua badan yang menjadi andalan Lee saat itu, yaitu HDB (Housing Development Board) dan EDB (Economic Development Board).

Pada saat perubahan mulai dijalankan, tentu saja banyak pihak yang tidak siap. Bahkan Lee sering disebut sebagai salah satu diktator Asia yang anti demokrasi, HAM dan kebebasan berserikat. Ia begitu tegas menegakkan hukum dan menjatuhkan denda yang sangat besar bagi orang yang melanggar ketertiban dan tidak menjaga kebersihan kota.

Perubahan yang digulirkan Lee tentu tidak akan berhasil kalau ia hanya berfokus pada wacana politik dan nilai-nilai tertentu saja. Berdasar pada nilai-nilai seperti disiplin, keramahan dalam melayani konsumen, profesionalisme, kreativitas dll, Lee memberikan kebebasan pada para pemikir sekaligus pelaku spt Dr. Goh, Dr. Albert dan I.F.Tang dll untuk bergerak bebas mengeksekusi ide-ide kreatif mereka. Merekalah yang berperan sangat penting dalam mempercepat Industrialisasi di Singapura. Contohnya saat mereka mengangkat kepala perwakilan EDB di New York, mereka lebih memilih seorang top salesman dengan pengalaman bisnis, street smart, sabar, jujur dan pekerja keras ketimbang seorang birokrat, akademisi ataupun politisi yang berkantor diruang tertutup. Pilihan jatuh kepada Chan Chin Bok, seorang mantan salesman yang juga kolumnis bisnis. Berkat bantuan Chan, Singapura menjalin kerjasama dengan produsen otomotif di Detroit, Ford misalnya memilih Singapura sebagai lokasi Assembly Part-nya di Asia setelah Singapura menjalin kerja sama Common Market dengan Malaysia. Hal menarik yang terjadi disini adalah kisah hubungan Malaysia-Singapura yang memperebutkan lokasi, lebih merupakan deal business ketimbang deal-deal politik.

Tentu saja kisah diatas berlaku pada masa-masa awal perubahan. Pada tahap awal negara membutuhkan dua tangan sekaligus: yang satu tangan pemikir (Thinker) dan yang satu tangan pelaku (Doer). Namun sekarang keduanya membutuhkan kecerdasan intelektual dan hal itu dapat dicapai dengan penyediaan pendidikan yang baik seiring berjalanya waktu.

Di masa pemerintahanya Lee sangat konsisten menata pemerintahanya. Dalam setiap tahap ia selalu merumuskan langkah-langkah konkret yang harus diambil setiap jajaran dan departemen dibawahnya. Tak disangka, Singapura yang tak punya apa-apa sekarang malah menjadi salah satu negara terkaya didunia. Pada saat Lee melepaskan jabatanya (1990), GDP per kapita Singapura telah menjadi US$ 14.000 dan terus tumbuh, pada tahun 2004 saja, GDP per kapita telah mencapai US$ 22.000.

Thanks to Dr. Rhenald Kasali for the inspiration.

0 Responses to "Legenda Hidup Singapura: Lee Kuan Yew"

Post a Comment