Please Read This!

Thnx for visiting my blog, mohon maaf kalau disana-sini masih terdapat kekurangan. Dan untuk memperbaiki blog ini kedepanya, maka saya memindahkanya ke alamat baru di www.al-mansur.info, saran dan kritikan konstruktif sangat saya nantikan demi kebaikan kedepan. Thnx and happy blogging! www.al-mansur.info

Akuisisi aQuantive Inc.Oleh Microsoft Untuk Terjun Dalam Perebutan Kue Online Advertising Melawan Google dan Yahoo

Pasar iklan online di dunia maya saat ini bernilai lebih dari 25 miliar dollar AS atau lebih dari 225-an triliun rupiah per tahun. Miliaran dollar dana tersebut mengalir deras ke kantong-kantong raksasa internet seperti Google Inc dan Yahoo Inc. Melihat jumlah aliran dana yang fantastis tersebut, tidak heran jika ‘uncle Bill’ dengan perusahaan raksasanya Microsoft ingin ambil bagian dalam perberburuan kue keuntungan dengan mengakuisisi perusahaan iklan aQuantive Inc.

aQuantive Inc. adalah perusahaan yang tercatat dalam bursa saham New york (NYSE), Amerika Serikat sama halnya dengan Microsoft. Kerjasama kedua perusahaan tersebut mulai menarik perhatian pelaku pasar menjelang akhir Mei 2007 lalu. Bukan semata-mata karena akuisisi tersebut melibatkan perputaran dana sekitar 6 miliar dollar (WSJ, 21/5/07), namun hal ini juga menunjukkan bahwa saat ini perusahaan iklan telah berada pada strata perusahaan papan atas dunia.

aQuantive sendiri didirikan tahun 1997 dan merupakan perusahaan induk dari Avenue A/Razorfish, Atlas Media Console dan Drive PM di Amerika Serikat. Alasan dari akuisisi Microsoft terhadap aQuantive adalah boomingnya online advertising di Amerika Serikat dan zona pasar Eropa, hal ini berimbas pada isi dari media online yang harus mengakomodasi tren perkembangan iklan online di bisnis mereka, dan ekspansi ini berarti pula industri media cetak dan media offline yang selama ini sangat bergantung pada perolehan iklan dalam survival dan kelangsungan bisnis akan terpengaruh seiring perkembangan tren iklan dunia. Microsoft tampaknya mengikuti jejak dari McClathy yang telah membuat kesepakatan bisnis dengan Yahoo group Inc.

Lalu, apakah ini berarti ‘the old media’ harus siap-siap gulung tikar atau paling tidak akan sangat kesulitan untuk survive? Belum tentu, karena sebenarnya ini adalah issue lama yang dulu sempat berhembus saat munculnya ‘the dotcom era’ di Amerika Serikat dan Amerika Utara, saat itu diramalkan bahwa media-media lama akan gulung tikar dalam kurun waktu 10 tahun sejak munculnya dotcom. Ternyata ramalan tersebut tidak sepenuhnya benar, karena ternyata saat ini banyak media-media lama yang masih dapat bertahan, bahkan kalau mau lebih kreatif media-media yang tergolong tua dapat melakukan kemitraan dengan media-media online seiring maraknya tren iklan online. Kemitraan dapat dilakukan karena media online membutuhkan kerjasama baik dalam informasi, isi iklan dan berbagai panduan lainya dari produk-produk isi media cetak selama ini.

Memang untuk dapat survive di percaturan iklan dunia, media-media lama harus melakukan reinvestasi, baik dari infrastruktur, strategic planning kedepan dan SDM, apalagi industri media secara umum hidup dari kreativitas, inovasi, informasi dan kapital ide. Tanpa itu semua, industri media apapun (termasuk media online) akan dijauhi oleh publik, konsumen dan pasar. Kesamaan inilah yang dapat menjadi nyawa untuk melakukan sinergi antara media lama dengan media baru dengan hidup berdampingan sebagai infrastruktur iklan seperti digital text, display, audio dan video.

Potensi Online Advertising

Seperti disinggung diatas salah satu alasan Microsoft terjun kedunia periklanan adalah boomingnya iklan online saat ini, namun apa sebenarnya alasan Microsoft menjatuhkan pilihan terhadap aQuantive Inc. untuk ekspansi bisnisnya? Jawabanya cukup simple, karena aQuantive adalah perusahaan iklan yang cukup establish, Aquantive memiliki infrastruktur yang baik, pelanggan tetap, pilihan servis yang beragam seperti iklan display dan iklan banner. Oleh karena itu, Microsoft tidak perlu repot-repot untuk langsung terjun ke kancah perburuan dollar di pasar online advertising.

Skenario akusisi dengan skema 85% kepemilikan untuk Microsoft memperlihatkan ketatnya persaingan bisnis iklan di dunia maya saat ini, banyak perusahaan media dan terknologi kelas kakap salaing berebut kue keuntungan di industri ini. Sebagai perbandingan, mari kita simak terobosan serupa yang dilakukan Google Inc. yang mengakuisisi DoubleClick Inc. seniali 3.1 miliar dollar AS. DoubleClick selama ini bergerak dibidang penyediaan teknologi bagi penerbit-penerbit situs jaringan internet yang menawarkan iklan dan informasi ke para pecandu internet.

Google saat ini telah menjadi perusahaan penyedia iklan internet kelas wahid, sedangkan DoubleClick berperan membantu melakukan delivery iklan-iklan display seperti banner dan boxes pada situs-situs di internet. Bagi Microsoft, langkah akusisi aQuantive adalah lompatan jauh kedepan untuk ikut bertempur dan mengejar ketertinggalanya dari dua raksasa industri internet Yahoo dan Google. Akusisi ini dilakukan karena untuk dapat menjadi penguasa bisnis online ads, Microsoft tidak dapat berharap banyak dari traffic situs-situs webnya seperti MSN. Teknologi aQuantive memungkinkan Microsoft men-delivery iklan ke situs-situs pihak ketiga. Hal ini dianggap lebih efektif daripada strategi penetrasi iklan Microsoft sebelumnya yang memasarkan iklan lewat video games pada Xbox dan penetrasi iklan melalui situs-situs web Microsoft sendiri. Langkah ini juga akan semakin mebuat ajang pasar iklan online semakin kompetitif.

Apakah Microsoft mampu menahlukkan pasar iklan online dunia yang selama ini dikuasai oleh Google dan Yahoo melalui akuisisi ini? Kita lihat saja nanti perkembanganya. Yang pasti laporan terakhir menyebutkan bahwa pasar iklan online iklan sedang mengalami kenaikan hampir 30% dibelahan Amerika Utara dan seluruh dunia. Hasil analisa Piper Jafray, analis pada Aaron Kesler, memperkirakan pasar iklan online yang bernilai sekitar $20 milliar pada tahun 2007 (Barbara Ortutay, 16/5/2007) akan tumbuh sekitar 17% dalam kurun waktu 5 tahun kedepan.

Lalu, kapan kita bangsa Indonesia ikut mencicipi perputaran dollar di bisnis ini? Sejak beberapa tahun lalu telah banyak putra-putra Indonesia yang telah mencicipi kue iklan online walau dalam skala yang lebih kecil sebagai adsense publisher misalnya. Anda juga dapat turut serta dalam berebut kue bisnis online advertising yang masih sangat potensial untuk dikembangkan. Bagaimana caranya? Stay tune terus di mansur-perspektif (CBO).


Reference:

B&B Magazine edisi Juni 2007.

0 Responses to "Akuisisi aQuantive Inc.Oleh Microsoft Untuk Terjun Dalam Perebutan Kue Online Advertising Melawan Google dan Yahoo"

Post a Comment