Please Read This!

Thnx for visiting my blog, mohon maaf kalau disana-sini masih terdapat kekurangan. Dan untuk memperbaiki blog ini kedepanya, maka saya memindahkanya ke alamat baru di www.al-mansur.info, saran dan kritikan konstruktif sangat saya nantikan demi kebaikan kedepan. Thnx and happy blogging! www.al-mansur.info

The Miracle of Woman!

  • Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayangnya yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, "Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia".
  • Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah mencatatkan baginya setiap hari dengan 1.000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1.000 kejahatan.
  • Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.
  • Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
  • Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
  • Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis karena takut akan Allah dan orang yang takut akan Allah, akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
  • Barangsiapa membawa hadiah, (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.
  • Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10.000 tahun).
  • Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana saja yang dikehendaki. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1.000 lelaki yang soleh.
  • Aisyah berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab Rasulullah, "Suaminya. "Siapa pula yang berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah, "Ibunya".
  • Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapakmu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung diudara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama dia taat kepada suami serta menjaga sembahyang dan puasanya.
  • Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
  • Syurga itu di bawah tapak kaki ibu.
  • Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku Nabi SAW) di dalam syurga.
  • Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga. Dari Aisyah r.a., Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuan lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.

MEREDAM BAHAYA HOT DAN DIRTY MONEY

MEREDAM BAHAYA HOT DAN DIRTY MONEY


Prof. Roy Sembel, Ph.D
Dekan FE Universitas Multimedia Nusantara


Hot money atau uang panas jangka pendek yang dengan mudah dan cepatnya keluar masuk melintasi batas negara telah menunjukkan sisi gelapnya dalam beberapa minggu terakhir ini. Sebelumnya Hot money dipuja sebagai primadona karena bisa secara signifikan mengangkat nilai surat berharga di pasar finansial. Volatilitas atau gejolak yang ditimbulkan dalam jangka pendek ternyata luar biasa besarnya.

Gejolak yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan dan kurs Dollar AS terhadap Rupiah mencerminkan dampak negatif tersebut. Telah banyak tulisan atau opini tentang bahaya dari hot money pada umumnya. Dalam artikel ini, penulis terutama akan membahas sisi lain yang tersembunyi dari bahaya hot money, yaitu dirty money.

Dirty Money membonceng Hot Money

Selain dampak negatif meningkatkan volatilitas, hot money ternyata menyimpan potensi bahaya yang lebih terselubung, yaitu fenomena dirty money yang diam-diam membonceng aliran hot money. Dirty money berasal dari uang-uang `haram' yang berusaha kembali dengan berbagai cara agar terlihat bersih dan legal. Fenomena ini adalah bagian dari modus pencucian uang (Money Laundering).

Dampak negatif dari dirty money yang membonceng hot money mungkin justru lebih berbahaya. Dirty money mendorong moral hazard yang merusak tatanan budaya etos kerja masyarakat dalam jangka panjang. Menurut George Akerloff (Pemenang Nobel Ekonomi), fenomema bad money drives out good money dikategorikan sebagai Adverse Selection. Bahaya adverse selection akan semakin nyata dan meningkat secara eksponensial dengan semakin meningkatnya proporsi `bad money'. Alhasil, akan terjadi efek domino atau bola salju yang menghancurkan sisi baik dari mekanisme pasar. Oleh karena itu, sebelum bola salju mulai terbentuk, perlu segera dicegah dan dihentikan.

Dirty money bisa berasal dari berbagai sumber berbahaya seperti: Korupsi, kejahatan perbankan, teroris, narkoba, pembalakan liar, penyelundupan, penipuan investasi, dll. Tindak kriminal seperti itu jelas perlu dilawan dan dipotong mata rantai dananya agar insentif untuk melakukan tindakan tersebut bisa dikurangi dan hukum terhadap tindakan tersebut bisa ditegakkan secara lebih efektif.

Program pencegahan dan deteksi pencucian uang di Indonesia memang telah mulai digalakkan sejak beberapa tahun yang lalu. Telah ada lembaga khusus yang dibentuk untuk menangani hal tersebut, yaitu PPATK. Sudah ada beberapa hasil positif seperti terdorongnya pelaksanaan KYC (Know Your Customer) dan AML (Anti Money Laundering) di sektor perbankan, serta terealisasinya pelaporan transaksi mencurigakan. Hasil positif ini perlu diapresiasi namun masih banyak pekerjaan yang perlu direalisasikan agar pencegahan pencucian uang bisa berjalan efektif dan berkelanjutan. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan sosialisasi gencar dan berkelanjutan tentang dampak negatif dari dirty money. Dengan semakin banyak pihak yang sadar akan dampak negatifnya dan perlunya tindakan untuk meredam/mencegahnya, akan semakin besar pula dukungan dari segenap lapisan masyarakat (bisnis, LSM, lembaga pemerintah, dll) yang memang sangat diperlukan.

Kedua, perlunya pemberdayaan lebih lanjut terhadap lembaga seperti PPATK untuk mencakup transaksi di sektor real. Deteksi melalui lembaga perbankan saja tidak cukup. Ada banyak modus transaksi lain, khususnya di sektor real, yang bisa ditunggangi oleh para pencuci uang. Dengan pertimbangan efisiensi, para pencuci uang umumnya menunggangi transaksi barang yang bernilai tinggi, seperti properti (kelas atas), mobil (mewah), perhiasan, dll. Untuk mendeteksi dirty money yang disalurkan lewat jalur itu, PPATK tentu tidak bisa bekerja sendiri. Pihak yang terkait dalam proses transaksi seperti itu, misalnya notaris, penasehat investasi, akuntan, penasehat hukum, dll, sudah selayaknya diajak bekerjasama untuk melaporkan transaksi yang mencurigakan.

Ketiga, dan ini yang biasanya menjadi kelemahan di Indonesia, yaitu payung hukum / peraturan / undang-undang, dan pelaksanaan atau penegakannya (enforcement) . Tanpa ada payung hukum yang jelas, sulit diharapkan kerjasama dari pihak yang perlu diajak bekerjasama untuk melaporkan transaksi mencurigakan. Untungnya, beberapa waktu lalu telah dimulai inisiatif untuk membuat payung hukumnya, yaitu lewat RUU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Yang menjadi pertanyaan adalah sudah sampai sejauh mana RUU TPPU itu ditindaklanjuti. Kita tidak ingin kelompok berkepentingan (negatif) secara diam-diam memblokir RUU TPPU ini sehingga mereka bisa tetap leluasa menjalankan aktivitas pencucian uangnya, terutama melalui transaksi di sektor riil.

Selanjutnya, langkah pencegahan dan peredaman pencucian uang juga perlu disinkronkan dengan tindakan pengamanan terhadap hot money. Pasalnya, aliran hot money bisa menjadi kamuflase yang strategis bagi aliran dirty money masuk kembali ke Indonesia. Penelusuran tindak kejahatan lewat aliran uangnya (follow the money) bisa menjadi alternatif atau pun pelengkap yang sangat efektif bagi metode follow the criminal yang secara tradisional dilakukan oleh para penegak hukum.

Pada lataran yang lebih makro dan global, inisiatif meredam dirty money perlu dipergencar sehubungan dengan akan dievaluasinya Indonesia oleh Financial Action Task Force (FATF) pada kuartal keempat tahun 2007. Kita perlu menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia serius dalam mendukung perang terhadap uang-uang haram yang berkeliaran lintas negara. Kita tidak ingin dituding sebagai mata rantai lemah di dunia internasional dalam perang terhadap dirty money. Di sisi lain, pelaksanaan perang terhadap hot and dirty money harus memperhatikan aspek pragmatis bisnis. Sangat kontra produktif apabila inisiatif bagus memerangi hot and dirty money menyebabkan ketakutan berlebihan yang menyebabkan paralisis bisnis di sektor finansial maupun real. Persiapan UU TPPU dan peraturan pelaksananya perlu berkonsultasi dengan para pelaku bisnis dan industri terkait.

Sekali lagi, masalah sosialisasi sebelum dan pasca terbitnya payung hukum perlu dipergencar dan dilaksanakan secara berkelanjutan. Globalisasi adalah kenyataan yang tidak bisa dilawan. Kendati begitu, kita bisa berusaha mengurangi dampak negatifnya dan meningkatkan dampak positifnya.

  1. Hot + Dirty Money = Volatilitas + Demoralitas.
  2. Cool + Clean Money = Peningkatan kesejahteraan berkelanjutan.

Arahkan hot money agar menjadi investasi jangka panjang di sektor real, namun cegah tersusupnya dirty money. Dukung terciptanya lingkungan masyarakat yang mendorong etos kerja produktif dan bersih.

Passion Game Test!

Tes yuuk........ .........




D ibawah ini ada empat ( 4 ) pertanyaan dan satu pertanyaan bonus. Jawablah semua tanpa banyak pikir. Cuma boleh berpikir sedetik, jawab segera. OK?

Ayo cari tahu, seberapa pintar anda...
.

Siap? GO!!! (gulung layar)











Pertanyaan pertama:


Anda ikut berlomba. Anda menyalip orang di posisi nomor dua. Sekarang posisi anda nomor berapa?




~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~





Jawaban:
Jika anda menjawab Nomor Satu, anda SALAH BESAR! Jika anda menyalip orang nomor dua, sekarang andalah yang ada di posisi nomor dua!

Jangan ngaco lagi, ya?.
Sekarang jawab pertanyaan kedua,
tapi jangan berpikir lebih banyak daripada ketika menjawab pertanyaan pertama tadi, OK
?

Pertanyaan Kedua:

J
ika anda menyalip orang di posisi terakhir, sekarang anda di posisi...?
(gulung layar)
















~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~





Jawaban:
Jika anda menjawab anda orang kedua dari terakhir, anda SALAH LAGI... Coba, bagaimana caranya menyalip orang TERAKHIR?


Anda sebetulnya tidak terlalu pintar, '
kan ?





Pertanyaan ketiga:

H
itung-hitungan yang pelik! Catatan: kerjakan di pikiran anda saja.
JANGAN gunakan kertas atau pensil atau kalkulator. Cobalah.




Ambil 1000 dan tambahkan 40 padanya. Sekarang tambahkan 1000 lagi. Sekarang tambahkan 30 . !
Tambahkan
1000 lagi. Sekarang tambahkan 20. Sekarang tambahkan 1000
Sekarang tambahkan
10 . Berapa totalnya?


gulung layar.....










~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~



Apakah hasilnya
5000 ?

Jawaban yang benar adalah 4100.




Kalau tidak percaya, cek dengan kalkulator!
Hari apes, '
kan ?
Mungkin di pertanyaan terakhir anda bisa benar...
....Mungkin.




Pertanyaan keempat:


Ayah Mary punya
lima andak: 1. Nana, 2. Nene, 3. Nini,
4. Nono. Siapa nama anak kelima?








~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~


Apa anda menjawab
Nunu?
BUKAN!
Tentu saja bukan.
Anak kelima namanya
Mary. Baca lagi pertanyaannya!



Okay, sekarang ronde bonus:


SEORANG
bisu pergi ke toko dan ingin membeli sikat gigi. Dengan menirukan orang menggosok gigi, ia berhasil menyampaikan keinginannya pada penjaga toko dan ia berhasil membeli sikat gigi...
Berikutnya, seorang buta masuk ke toko itu dan ingin membeli kacamata hitam, bagaimana DIA menunjukkan keinginannya?










~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~




Langsung aja ngomong, dia
kan gak bisu...











KIRIM TES INI UNTUK MEMBUAT FRUSTASI
ORANG-ORANG PINTAR YANG ANDA KENAL!

HOT MONEY MEMANG BUKAN HONEY

Berikut ini artikel di Bisnis Indonesia 14 Agustus 2007 halaman 1 dalam rangka memperingati hari proklamasi kemerdekaan rupiah.


HOT MONEY MEMANG BUKAN HONEY

Prof. Roy Sembel

Dekan FE Universitas Multimedia Nusantara


Lima tahun lalu, tidak banyak orang yang menduga bahwa pasar saham Indonesia akan melonjak sedemikian pesatnya sehingga indikator pasar saham yaitu IHSG akan menembus di atas 2000. Saat itu level IHSG berada di sekitar 400, tidak banyak beranjak sejak tahun 2000. Dalam tempo 5 tahun terakhir, IHSG sudah melonjak lebih dari 5 kali lipat. Dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2007, IHSG telah melonjak lebih dari 20%.

Kenaikan yang luar biasa pesat ini rupanya bukan monopoli pasar saham Indonesia saja, melainkan juga terjadi di pasar modal negara lain baik di pasar yang sudah mapan maupun pasar yang sedang berkembang (emerging markets). Misalnya saja MSCI Index (indikator yang mewakili pergerakan pasar saham dunia) selama paro pertama 2007 juga telah meningkat di atas 20%. Fenomena global ini dimaknai oleh banyak analis sebagai kelebihan likuiditas di level global sehingga "too much money chasing too little financial instruments. "

Singkatnya, ada banyak hot money beredar di seluruh dunia. Ketersediaan dana besar, sementara tempat investasi sedikit. Harga pun melambung tinggi sehingga banyak pemodal untung besar. Hot money dipersepsikan menjadi primadona atau honey. Sayangnya, peningkatan harga sekuritas finansial akibat aliran hot money bersifat temporer. Uang panas itu biasanya dengan mudah akan berpindah dari suatu pasar modal ke pasar lain. Akibatnya, uang panas akan berdampak terhadap meningkatnya gejolak, baik di pasar modal mau pun di pasar valas, khususnya di negara-negara yang pasar finansialnya masih belum dalam.

Gejala gejolak (volatilitas) yang tinggi ini sudah mulai terasa di Indonesia. Akibat masalah eksternal, yaitu tingginya kredit macet pada sub prime mortgage di AS, pasar modal Indonesia pun terkena getahnya. Pada peralihan bulan Juli Agustus 2007, IHSG bergejolak seolah roller coaster. Setelah sempat mencapai rekor tertinggi menembus 2401 pada minggu terakhir bulan Juli 2007, IHSG tumbang sekitar 10% sampai ke level 2174 dalam hitungan hari. Gejolak terus berlanjut memasuki minggu kedua bulan Agustus. Pada tanggal 10 Agustus 2007, indeks ditutup pada level 2207 melorot 34 poin dibanding hari sebelumnya. Penawaran saham sekunder Bank BNI pun menjadi korban. Banyak pemesan saham Bank BNI membatalkan pesanannya karena khawatir kejatuhan pasar saham akan terus berlanjut.

Pelarian uang dari pasar finansial ini selain menyebabkan rontoknya harga saham, juga membuat pasar obligasi dan mata uang rupiah terguncang. Selama bulan Juli saja, jumlah dana yang diparkir di SBI dan SUN telah turun belasan trilyun rupiah. Gejolak juga terasa sekali di pasar valas sampai menjelang peringatan 10 tahun Proklamasi Kemerdekaan Rupiah (pita intervensi rupiah dicabut dan rupiah dibiarkan mengambang 14 Agustus 1997 – 14 Agustus 2007). Kurs dollar menguat (rupiah melemah) dari level Rp 9100/$ ke level di atas Rp 9300/$.

Hot money memang bisa bermanfaat saat uang itu masuk ke dalam pasar atau negara. Kendati begitu, hot money akan menjadi boomerang saat mereka secara cepat meninggalkan pasar atau negara. Volatilitas adalah hal yang wajar dalam dunia yang semakin mengglobal. Kendati begitu, gejolak yang berlebihan akan sangat kontra produktif bagi perkembangan dan kesehatan pasar finansial dan perekonomian nasional. Hot money bukanlah honey (madu). Jadi perlu ada mekanisme terstruktur untuk meredam dampak volatilitas dari hot money.

Insentif, bukan larangan Indonesia perlu mengundang dana asing masuk untuk berinvestasi di Indonesia. Tetapi jenis dana asing yang diperlukan adalah dana untuk sektor riil berjangka panjang. Investasi portofolio asing di Indonesia sudah cukup, bahkan cenderung berlebihan. Saat ini dana pihak ketiga yang masih menganggur (belum disalurkan sebagai kredit) masih ratusan trilyun. Jadi dana domestik di sektor finansial masih cukup besar.

Hal ini tidak berarti kita harus melarang dana asing yang masuk untuk investasi portofolio ke sektor finansial. Cara yang paling tepat adalah dengan memberi insentif kepada dana asing jangka pendek itu untuk menetap di Indonesia. Sebagai contoh, bila dana investasi portofolio jangka pendek itu telah mengendap setahun dan kemudian dialihkan ke investasi sektor riil jangka panjang terutama yang menyerap banyak tenaga kerja, maka diberikan insentif berupa beberapa kemudahan seperti fasilitas swap valas dengan kurs menarik, keringanan perpajakan, dll.

Selanjutnya, untuk dana asing yang belum masuk, bisa dibuatkan perlakuan berbeda misalnya dengan subsidi silang rentang kurs jual beli (bid-ask spread) yang lebih menguntungkan investor jangka panjang di sektor riil. Pemerintah bisa juga melengkapi daftar negatif investasi dengan daftar sektor yang menjadi prioritas pengembangan (misalnya pembangunan infrastruktur di wilayah tertinggal, pengembangan energi alternatif, industri berorientasi ekspor, dll) yang akan diberikan kemudahan atau perlakuan khusus.

Sebagai tambahan, bagi investor asing yang telah setia berinvestasi dalam jangka panjang di Indonesia perlu diberikan apresiasi atau penghargaan khusus. Jangan sampai kita mencari kawan baru namun melupakan sahabat lama.

Peringatan 10 tahun 'Hari Kemerdekaan Rupiah' 14 Agustus 1997, selayaknya dijadikan momentum untuk koreksi diri. Kebebasan yang berlebihan bisa berbuah menjadi bencana seperti yang terjadi semasa krisis tahun 1997-1998. Sebagai tuan rumah, kita berhak menentukan tamu mana yang mendapat prioritas untuk diundang. Adanya sistem penghargaan dan insentif khusus bagi tamu prioritas ini akan meningkatkan manfaat menjadi investor jangka panjang di sektor riil pada sektor yang akan membawa imbas nilai tambah yang signifikan bila dikembangkan. Al hasil, komposisi tamu yang datang ke rumah kita akan mengalami self-selection ke arah yang kita inginkan, yaitu membawa manfaat jangka panjang yang win-win baik bagi tamu maupun tuan rumah. Merdeka!

Freelance

Tidak punya kantor, tidak punya atasan, tidak punya bawahan. Bebas lepas. Tapi, bukan berarti tidak bisa professional dan menghasilkan duit banyak, lho !

Bagi anda yang menginginkan kebebasan, tidak suka keterikatan dan formalitas, mungkin bekerja sebagai tenaga lepas ( freelancer ) bisa menjadi pilihan. Anda bisa bebas bekerja secara mandiri. Tetapi, mungkin anda masih memandang dengan sebelah mata sistem bekerja lepas. Karena tidak punya kantor dan tidak sedikit yang menggarap ekerjaan di rumah, para freelancer ini memang tidak jarang dianggap setengah pengangguran.

Tapi anda tidak perlu berkecil hati, karena kabarnya, di negara Barat, kini hampir 50% angkatan kerjanya adalah tenaga lepas. Ini bisa menjadi indikasi bahwa kerja lepas pun potensial untuk menjadi salah satu cara berkarya dan memperoleh penghasilan besar.

Ada Pergeseran

Ada pergeseran tegas antara bekerja lepas (freelance dengan bekerja paruh waktu (part time). Untuk lebih mudahnya, mungkin sebaiknya anda memahami dulu apa itu kerja penuh waktu (full time). Jika anda bekerja penuh waktu, maka itu artinya anda karyawan suatu perusahaan tertentu yang punya kewajiban bekerja dari hari Senin hingga Jumat (atau Sabtu), dari awal higga akhir jam kerja.Karena itu, Anda mempunyai hak mendapatkan gaji, memperoleh tunjangan, dan fasilitas sesuai ketentuan perusahaan tempat anda bekerja.

Jika anda bekerja paruh waktu, berarti durasi kehadiran anda di kantor tempat anda tercatat sebagai karyawan tidak penuh. Misalnya, anda hanya mempunyai kewajiban bekerja mulai pukul 09.00 hingga 12.00, tiga kali dalam seminggu. Dalam kondisi ini, anda masih terikat dengan peraturan kantor tersebut, namun hanya digaji berdasarkan durasi waktu atau frekuensi kehadiran anda. Namun, ada beberapa perusahaan tertentu yang memberikan fasilitas-fasilitas untuk para part timer seperti yang didapat karyawan yang bekerja penuh.

Tetapi, jika anda bekerja sebagai tenaga lepas, anda benar-benar bekerja sebagai individu. Jika sebuah perusahaan membeli produk atau memakai jasa anda sebagai freelancer, maka yang akan mereka bayar adalah produk atau jasa yang andaberikan, bukan berdasarkan perhitungan berapa lama atau berapa sering ada bisa hadir di kantor tersebut. Sebagai tenaga lepas, anda tidak bisa menerima tunjangan-tunjangan dan sama sekali tidak terikat berbagai peraturan perusahan. Dengan kata lain, si pengontrak tidak mau tahu bagaimana anda menyelesaikan pekerjaan anda, yang penting anda memberikan hasil kerja sesuai dengan kontrak atau perjanjian yang telah disepakati.

Dalam situs kerjalepas.com dituliskan bahwa pekerjan freelance biasanya berbentuk proyek, yang sering kali ditawarkan dengan sistem tender. Sistem pembayarannya pun biasanya mengunakan sistem borongan, dalam arti tenaga lepas baru dibayar setelah ia menyelesaikan pekerjaannya. Namun ada juga yang dibayar dengan uang muka terlebih dahulu dan sisanya dibayar setelah pekerjaan selesai dilaksanakan.

Sayangnya, bekerja freelance masih sering dipandang sebelah mata alias tidak keren, dan tidak bonafide. Pasalnya, menurut Andrias Harefa, seorang konsultan pembelajaran dan sales & financial motivator dari lembaga Indonesia School of Life, selama ini hal-hal yang bersifat formal, termasuk pekerjaan, memang dianggap lebih hebat.

Walaupun begitu, Andrias melihat adanya fenomena-fenomena baru beberapa tahun belakangan ini, “ Ada pergeseran dari corporare life ke self life.artinya, apapun yang awalnya diasumsikan harusdikerjakan pada tingkat corporate (perusahaan), dalam intensitas tertentu, kini bisa dilakukan seorang individu secara mandiri. Sekarang lebih banyak orang yang mencari pekerjaan yang bisa memberi banyak keleluasaan baik dari segi waktu, tempat, maupun prestasi.Ini didukung oleh teknologi, misalnya komputer dan internet, yang memungkinkan orang bekerja di rumah tanpa harus datang ke kantor,” tutur Andrias.


Berjiwa Entrepreneur

Kebebasan tampaknya menjadi alasan utama para freelancer. Prinsipnya, work hard, play hard. Maksudnya, antar bekerja dan melakukan kesenangan- kesenangan atau menikmati kehidupan pribadi sesuai keinginan mereka itu seimbang, karena segalanya mereka atur sendiri. Biasanya mereka adalah orang-orang yang ingin bebas berkarya, berekspresi, dan mempunyai dorongan untuk lebih mengembangkan keahlian di bidangnya.

Kebebasan juga menjadi keuntungan yang paling jelas yang bisa diperoleh seorang freelancer. Bebas dari ikatan, rutinitas, dan formalitas. Dia juga bebas mengatur sistem , strategi dan teknik kerja, walaupun dia tetap harus berpegang pada tenggat dan target yang ditentukan oleh pihak penyedia kerja. “Para freelancer itu biasanya orang-orang yang mampu bekerja sendiri dan berani mengambil resiko. Karena itu, biasanya mereka berjiwa entrepreneur,” kata Mira Puspita, Senior Consultant- Experd, sebuah konsultan sumber daya manusia.

Hal itu juga diungkapkan oleh Adrias, “Entrepreneurship atau jiwa wiraswasta, harus dijadikan spirit. Ini membuat anda bebas, kreatif, berani mengambil resiko, dan sensitive terhadap lingkungan sehingga bisa dengan mudah melihat peluang.Jiwa entrepreneur itu bisa dilatih dan dikembangkan, “ kata penulis beberapa buku mengenai motivasi untuk bekerja mandiri itu.


Mengatur “Gaji” Sendiri

Memang , salah satu risiko seorangfreelancer adalah penghasilan yang tidak tentu jumlahnya dan tidak teratur diterimanya. Karenanya, para freelancer butuh siasat pengelolan keuangan yang tepat. Caranya ?

Elvyn G.Masyassya, seorang pengamat dan penasihat investasi dan keuangan, memberi saran untuk anda:


  1. Sebelumnya, anda harus bisa membuat perkiraan berapa kali anda akan memperoleh pendapatan dalam setahun. Sebagai arsitek lepas, misalnya, anda menargetkan akan mendapatkan empat proyek dalam setahun, maka setiap pendapatan dialokasikam untuk kebutuhan anda selama 3 bulan (12 bulan : 4 = 3 bulan). Jadi, kalau pekerja tetap menerima gaji bulanan secara rutin,anggap saja pengalokasian pendapatan inilah “gaji” anda.
  2. Pendapatan yang anda peroleh ini harus dikelola dengan baik. Pada dasarnya, pengelolaan keuangan itu adalah persamaan : pendapatan = konsumsi + tabungan + investasi. Jadi, setiap pendapatan yang anda peroleh sebaiknya dialokasikan untuk ketiga hal tersebut, dengan presentase masing-masing sebanyak 30%. Sisa 10 % sebaiknya anda anggap sebagai simpanan wajib, yang bisa anda gunakan sewaktu-waktu jika ada kebutuhan mendadak, sehingga tabungan anda tidak terganggu. Seorang karyawan masih mungkin mendapat tunjangan kesehatan dari perusahaannya jika ia mendadak sakit. Dan inilah yang bisa anda anggap sebagai tunjangan serupa.
  3. Ada 2 cara yang bisa anda lakukan untuk menaata keuangan anda, yaitu meningkatkan pendapatan atau mengurangi pengeluaran. Jika anda bisa meningkatkan pendapatan, maka pengeluaran anda tidak perlu diutak-atik. Meningkatkan penghasilan pun bisa dengan berbagai cara, misalnya menaikkan honor yang anda minta dari klien, atau memperbanyak proyek yang anda tangani. Tetapi, jika pendapatan tidak meningkat, pengeluaran mesti dibenahi.
  4. Buat neraca keuangan (balance sheet) pribadi berisi catatan asset dan kewajiban yang harus anda selesaikan (utang). Dalam mengelola neraca ini, anda harus membuat target selama 1 tahun, dan ada yan menjadi prioritas utama anda adalah penyelesaian utang (kalau ada). Buat jadwal pembayaran utang.
  5. Buat juga income statement, yaitu catatan akumulasi pendapatan dan biaya-biaya yang harus anda keluarkan dalam kurun waktu tiga bulan, enam bulan, atau satu tahun.
  6. Mengenai investasi, sebaiknya dilakukan dengan pola diversifikasi, yaitu beberapa jenis investasi yang karakteristiknya berbeda.Salah satunya, pilih investasi yang memberi proteksi, yaitu asuransi.
  7. Akan lebih memudahkan jika pendapatan yang diterima sudah dikurangi pajak.Karena itu, saat bernegoisasi dengan pengontrak, lebih baik anda meminta pendapatan bersih saja.Sebaiknya anda membuat perencanaan keuangan secara periodik sejak awal tahun dan merevisi pling tidak enam bulan sekali. Ini perlu untuk melihat komposisi investasi pengeluaran rutin dan yang perlu direncanakan, kondisi tabungan anda, juga pencapaian target total pendapatan yang anda inginkan.
  8. Jika ingin sukses mengelola uang, anda harus disiplin ! Jika anda disiplin, besar kemungkinan pendapatan anda lebih besar dibnding jika anda bekerja penuh di sebuah perusahan.


Mereka Yang Berprofesi Sebagai Freelancer


ASTERIA ERLANDA, Script Writer

Awalnya, Aster bekerja sebagai wartawan di salah satu majalah remaja.Layaknya pekerja kantoran, Aster harus bekerja dengan jadwal harian yang penuh sejak pagi hingga sore. Ia berhenti karena melanjutkan studi di luar negeri .Ketika kembali ke Indonesia, sebenarnya bias saja Aster kembali bekerja di tempat bekerjanya semula. Tapi, keburu dating tawaran untuk menjadi script writer ( penulis naskah ) kuis di RCTI. Karena menyukai tantangan , Aster segera mencobanya meskipun posisi yangditawarkan hanya sebagai freelancer yang dibayar per episode.Dari penulis naskah kuis, Aster mencoba menerima berbagai order menulis naskah lain, mulai dari advertorial media cetak sampai program televisi, seperti acara kuis Piramida Baru, Kata Berkait dan talk show Perempuan.

Ternyata menurut Aster, bekerja sebagai freelancer lebih sesuai untuk dirinya yang ingin memberikan waktu dan perhatian untuk keluarga. Kalau kerja di kantor, ia harus start dari rumah pukul 7 pagi, dan mungkin baru tiba setelah pukul 6 sore. Menjadi freelancer, ia bebas mengatur waktunya sendiri. Sebagai contoh, untuk program talk show Perempuan , naskah ditulis di rumah dan dikirim ke Metro TV lewat e-mail. Saat syuting berlangsung, Aster hanya butuh waktu sekitar 2,5 jam hadir di studio. Untuk order advetorial yang mendesak, Aster bahkanbisa menyelesaikannnya hanya dalam waktu satu hari.Modal utamanya pun relatif murah : komputer dan akses internet

“ Yang dibutuhkan adalah disiplin diri.Saya tidak boleh bergantung pada mood, bahkan sebaliknya, menurut saya, mood itu harus dibangun, “ kata sarjana komunikasi yang juga lulusan S2 jurnalistik dari Australia itu.

Untuk menjaga hubungan dengan klien, Aster tidak pernah menolak order, sesibuk apa pun dirinya.Dan, demi profesionalisme , ia juga tidak pernah meminta waktu untuk keperluan pribadi, misalnya anak yang sakit, karena ia sangat menghargai jadwal kliennya. Selain itu, agar tulisannya tetap up to date, ia rajin membuka kamus, membca berbagai referensi, koran, dan majalah.Tak heran, reputasi Aster terbilang bagus sehingga namanya kerap direkomendasikan.

Begitu cintanya pada pekerjaan freelance, Aster selalu tegas menolal tawaran untuk bekerja full time. Saya betul-betul ingin menjaga profesionalisme pribadi.Saya tidak mau cheating, bekerja di satu tempat secara full time, dan mencuri-curi waktu untuk freelance di tempat lain, “ ungkapnya.

DONNY A SITUMORANG, Arsitek

Untuk Donny, krisis moneter yangmelanda Indonesia pada tahun 1997 tidak melulu berdampak buruk, malah membuatnya menjadi lebih kreatif dalam berkarya. Akibat krisis moneter itu, ia berhenti bekerja dari salah satu pekerjan konsultan, dan memutuskan untuk menjadi arsitek lepas yang menerima order menggarap proyek rumah tinggal. Di samping alasan krisis, ia juga menganggap menjadi arsitek lepas merupakan perwujudan idealismenya sebagai arsitek. “Kalau ikut orang, saya kurang bisa karena desain diatur oleh perusahaan. Kalau bekerja sendiri, saya bisa jadi bos, tidak perlu diperintah-perintah, “ ujar arsitek lulusan Universitas Diponegoro yag juga tergabung dalam Iaktan Arsitek Indonesia (IAI) itu.

Biasanya, minimal ada satu proyek yang ditanganinya dalam setahun. Satu proyek butuh penyelesaian sekitar 6 bulan. Sebagai arsitek, ia tak hanya mendapat order menggambar desin rumah, tetapi juga membangun dan sekaligus menata interiornya.Untuk itu, ia mendapat bayaran 10% dari total harga proyek, yang pembayarannya diatur dalam beberapa tahap sesuai perjanjian.Selain pengaturan pembayarannya, Donny merasa total pendapatannya tidak jauh berbeda dari arsitek lain yang bekerja di perusahaan. “ Untuk itu , saya harus disiplin dalam mengatur soal keuangan, “ ujarnya.

Persoalan modal menjadi kendala awal yang dirasakan Donny saat mulai bekerja sebagai arsitek freelance.Untuk itu, ia mengaku cukup tahu diri dengan tidak mengambil alih proyek – proyek besar, dan memilih mengambil proyek rumah tinggal kelas menengah. “Yang penting hasilnya memuaskan klien, karena klien yang puas akhirnya akan melakukan promosi dari mulut ke mulut, “ kata Donny.

Setelah merasakan bekerja sebagai arsitek freelance, Donny mengaku tidak lagi tertarik untuk bekerja sebagai arsitek tetap. “ Kecuali untuk proyek spektakuler yang juga menjadi bagian dari idealisme saya, atau sebagai tenaga ahli,” ujarnya.

AISH DAENG RENATA, Dubber

Aish kerap mengisi suara pemeran utama telenovela.Tak jarang suaranya muncul memerankan karakter tokoh film kartun atau tokoh perempuan cantik di film lepas Mandarin di berbagai televisi swasta, juga beberapa iklan.

Bekerja freelance sebagai pengisi suara ( dubber) memang tidak masuk ke dalam rencana kariernya. Sebelumnya, ia pernah menjadi asisten dokter gigi di Semarang. Pertemuannya dengan sutradara Dedi Setiadi yang menawarinya sebagai dubber di Jakarta mengubah langkah wanita yang pernah bergabung dengan sebuah kelompok teater itu.

Setelah berkeluarga danmempunyai seorangputri, kini Aish semakin mensyukuri pilhannya, ‘ Dalam seminggu, selalu dalam beberapa hari kosong. Selain itu, saya tidak terikat. Kalau mau kerja, ya kerja, kalau tidak mau kerja juga boleh. Untuk film serial pun saya masih bisa fleksibel mengukur waktu, “ ujarnya.

Untuk menjadi dubber yangbaik, menurut Aish, dibutuhkan beberapa syarat khusus. Misalnya, kemamupan membaca yang jelas, pemahaman terhadap naskah dan karakter tokoh, suara dengan tenaga yang bagus, dan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar namun tetap komunikatif.

Ia optimis pekerjaannya sebagai dubber lepas memberikan masa depan yang prospektif. Selain penghasilan yang relatif memuaskan, profesinya sebagai dubber juga memungkinkannya berkembang ke jenjang yang lebih tinggi. “ Karier seorang dubber bias meningkat menjadi pengarah dialog, dan selanjutnya bisa bertanggung jawab penuh terhadap pengisian suara suatu film, “ ujar wanita yang selalu berusaha menjaga kualitas dan reputasi kerjanya itu. (Sumber : Majalah Femina).

Kuliah Sambil Kerja (Management Waktu)

Management Waktu

Fenomena kuliah sambil bekerja banyak dijumpai diberbagai negara, tidak hanya dinegara berkembang, negara maju yang telah mapan secara ekonomi juga banyak dijumpai hal serupa. Ada beragam motivasi yang mendasari mengapa banyak sekali mahasiswa kuliah dan bekerja, faktor ekonomi menduduki peringkat pertama sebagai motivator paling ampuh. Mencari pengalaman kerja dan memperluas relasi juga cukup berperan sebagai motivator mengapa mahasiswa memilih kuliah sambil bekerja.

Di Indonesia, kondisi perekonomian yang cukup sulit bagi sebagian lapisan masyarakat mendorong mahasiswa mencari solusi permasalahan finansial yang mereka alami dengan bekerja. Ada sebagian mahasiswa yang memang mempunyai masalah dengan biaya kuliah, sehingga mereka berusaha meringankan beban orang tua dengan bekerja. Namun ada juga mahasiswa yang bekerja dengan alasan kemandirian ataupun sekedar mencari tambahan uang saku seiring kebutuhan hidup yang semakin meningkat. Apapun motivasinya, tidak ada larangan bagi seseorang untuk kuliah sambil bekerja. Namun, yang menjadi masalah adalah kondisi dimana kuliah sebagai prioritas utama bergeser posisinya menjadi prioritas kedua setelah pekerjaan. Sehingga banyak dijumpai pada kasus-kasus tertentu, kuliah menjadi "keteteran" atau terlantar karena mahasiswa keasyikan bekerja dan tidak mampu mengatur waktu dengan baik.

Berbicara tentang bagaimana me-manage waktu dengan baik, sangat berkaitan dengan tipe pekerjaan yang dipilih. Apakah fulltime work, parttime work, shift work, freelance atau bahkan enterpreanurship?
Fulltime work mengharuskan mahasiswa untuk bekerja dalam jadwal waktu yang pasti, atau lebih terkenal dengan istilah "jam kantor". Untuk tipe pekerjaan seperti ini disarankan kepada mahasiswa untuk memilih program kuliah ekstensi maupun reguler kelas malam, karena program ini lebih memberikan keleluasaan bagi mahasiswa untuk melaksanakan kedua aktifitas tersebut dengan lebih teratur, siang untuk bekerja dan malam untuk kuliah. Tipe berikutnya adalah parttime work dan shift work. Kedua tipe pekerjaan ini mempunyai kemiripan karakter dimana jadwal kerja tidak menentu, bisa diwaktu siang ataupun malam, tergantung schedule maker. Untuk tipe pekerjaan seperti ini, negosiasi dengan atasan atau in charge sangat membantu dalam upaya mencari titik temu antara jadwal kerja dan jadwal kuliah agar tidak saling bentrok. Kerjasama individual dengan rekan kerja atau lebih dikenal dengan istilah "tukeran shift" juga merupakan sebuah solusi untuk mendapatkan jadwal kerja yang lebih fleksibel. Sedangkan untuk tipe freelance dan enterpreanurship lebih memberikan keleluasaan waktu bagi mahasiswa, karena tipe pekerjaan ini tidak mengikat. Sehingga mahasiswa lebih bebas menentukan waktu, kapan harus bekerja dan kapan harus kuliah.
Pada akhirnya apapun tipe pekerjaan dan motivasinya, management waktu yang baik sangat bermanfaat untuk menselaraskan kedua aktivitas tersebut "Ya Kuliah, Ya Bekerja". Tentu saja hal itu tidak cukup tanpa dibarengi oleh keseriusan dan komitmen untuk menempatkan keduanya dalam skala prioritas yang sama. Sah-sah saja setiap orang melakukan berbagai cara untuk mensiasati keadaan yang serba sulit dan untuk dapat survive dalam hidup, selama cara-cara yang dilakukan masih dalam koridor nilai-nilai positif. Baik dilihat dari perspektif agama, hukum maupun kultur sosial Indonesia tercinta. So, keep on working…dude!

Penulis adalah lulusan Universitas Stikubank Semarang, Fakultas Teknologi Informasi, jurusan Teknik Informatika.

TNI Kembali Berpolitik, Ojo Kesusu!

Presiden republik Indonesia yang juga seorang pensiunan militer, Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpesan kepada panglima TNI terpilih Marsekal Djoko Suyanto agar sebaiknya TNI jangan lagi masuk dan terseret kedalam politik praktis, presiden menyadari pada masa transisi seperti ini banyak sekali godaan yang datang kepada TNI untuk kembali terjun kedunia politik. Lebih jauh menurut presiden pemberian hak memilih bagi anggota TNI membawa konsekuensi yang kurang baik, karena menurut presiden politik dipenuhi dengan perbedaan kepentingan antar golongan yang berpotensi memunculkan konflik di tubuh TNI. Dengan kata lain presiden khawatir pemberian hak pilih kepada TNI pada pemilu 2009 akan memecah belah persatuan TNI itu sendiri.

Pernyataan berbeda muncul dari mantan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto yang berpesan kepada Marsekal Djoko Suyanto agar memperjuangkan hak-hak berpolitik TNI dalam Pemilu 2009. Implikasi dari pernyataan ini membawa polemik di masyarakat. Masyarakat khawatir pemulihan hak berpolitik TNI sama halnya dengan pengulangan kembali sejarah kelam kehidupan berdemokrasi, sejarah mencatat salah satu penyebab kegagalan demokrasi di Indonesia adalah partisipasi TNI dalam politik praktis.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan statement Jenderal Endriartono, karena pada prinsipnya demokrasi tidak mengenal pilih kasih terhadap setiap warga negara untuk menggunakan hak politiknya. Jika hak politik tersebut ditiadakan, itu berarti diskriminasi dan pelanggaran hak berpolitik bagi prajurit TNI sebagai warga negara yang sama kedudukannya dengan warga negara lainnya. Jenderal Endriartono yakin pengembalian hak berpolitik TNI pada pemilu 2009 tidak akan memecah belah kesatuan TNI meskipun masing-masing prajurit memilih partai politik berbeda dalam menyalurkan aspirasi politikknya.

Pikiran jernih diperlukan untuk menyikapi permasalahan ini, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan mengembalikan hak-hak berpolitik TNI. Diantaranya adalah kedewasaan dan profesionalitas TNI sebagai institusi pertahanan dan keamanan negara dalam berdemokrasi. Apakah nantinya setelah hak berpolitik TNI yang sejak pemilu tahun 1971 tidak pernah digunakan didapatkan kembali, TNI mampu berperan secara adil, demokratis dan sehat dalam carut marut pentas perpolitikan Indonesia. Atau sebaliknya TNI tidak mampu bersikap netral dalam menggunakan hak pilihnya sebagaimana catatan sejarah hak pilih anggota TNI dipengaruhi oleh sistem komando dari atasan, bukan berdasarkan pilihan hati nurani tiap-tiap individu. Jika hal terakhir ini yang terjadi, maka potensi munculnya konflik bisa datang kapan saja, sebagai akibat terkotak-kotaknya tubuh TNI dan tarik menarik dukungan terhadap masing-masing kontestan di pemilu 2009.

Kekhawatiran tersebut bisa ditepis jika TNI telah memiliki profesionalisme yang tinggi dan tingkat kedewasaan berdemokrasi yang memadai. Yaitu kondisi dimana TNI mampu memposisikan dirinya dalam fungsi dan tugas utamanya sebagai institusi yang mengamankan dan melindungi kesatuan NKRI dari berbagai ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.
Sangat tidak bijaksana jika dalam mengambil sebuah kebijakan strategis hanya berdasar kepada perbandingan antara implementasi hak berpolitik tentara di Indonesia dengan tentara dinegara maju. Perlu disadari bahwa kondisi demokrasi dinegara maju telah mengalami proses pendewasaan demokrasi yang sangat panjang dan matang. Kondisi ini berbeda dengan iklim demokrasi di Indonesia dimana sampai hari ini belum menunjukkan tingkat kedewasaan dan pengetahuan demokrasi yang memadai. Isu pelanggaran hak berpolitik juga tidak bisa serta merta dijadikan alasan untuk menghidupkan hak berpolitik TNI. Realitas kondisi kedewasaan berdemokrasi di Indonesia harus menjadi pertimbangan utama dalam mengambil kebijakan agar terhindar dari hal-hal yang berakibat buruk bagi kehidupan berbangsa.

Selain TNI, tingkat kedewasaan berdemokrasi kalangan sipil sebagai partisipan utama dalam kancah politik nasional juga harus dipertimbangkan. Kurang siapnya pihak sipil dalam management institusi politik berakibat begitu mudahnya kalangan TNI diseret masuk kedalam politik praktis dengan asas simbiosis mutualisme. Jika TNI dengan tingkat kedewasaan berdemokrasi yang masih dipertanyakan terseret kembali kedalam politik praktis, maka dapat diprediksikan tugas dan fungsi utama TNI akan berjalan kurang optimal karena TNI terlalu disibukkan dengan berbagai konflik dan masalah politik Fenomena semakin maraknya aksi demonstrasi yang tidak lagi berfungsi sebagai media penyampaian aspirasi tetapi lebih mengarah kepada pemaksaan kehendak dengan dibumbui aksi-aksi anarkisme menunjukkan kurang dewasanya kalangan sipil berdemokrasi. Kalangan elite politik sendiri dalam beberapa tahun terakhir ini belum mampu memberikan contoh keteladanan bagi publik. Para elite lebih disibukkan dengan perselisihan antar individu dan kelompok tanpa adanya penyelesaian yang elegan. Hal itu terdeskripsi dalam berbagai berita dimedia massa dimana antarelite saling melontarkan tudingan dan kritikan-kritikan destruktif terhadap lawan-lawan politiknya terutama kepada pemerintah tanpa dibarengi dengan sumbangsih ide dan pemikiran yang dapat dijadikan solusi bagi permasalahan bangsa. Dengan kata lain kepentingan pribadi atau golongan masih diutamakan diatas kepentingan negara.

Berpijak kepada realitas kondisi tersebut diperlukan kesabaran dan proses pendidikan demokrasi yang panjang bagi sipil dan TNI hingga nantinya tercapai tingkat kedewasaan yang cukup memadai untuk mengembalikan hak berpolitik TNI. Hal yang seharusnya menjadi fokus utama TNI saat ini adalah penuntasan agenda reformasi TNI meliputi reformasi budaya dan reformasi struktur kelembagaan menuju TNI yang profesional. Yaitu TNI yang terdidik, terlatih dengan kelengkapan senjata dan fasilitas yang ideal sesuai kondisi geografis NKRI, taat terhadap kebijakan politik negara yang dilandasi prinsip demokrasi, supremasi hukum, hak asasi manusia, selalu berjalan dalam koridor hukum nasional maupun internasional, serta adanya jaminan kesejahteraan bagi anggota TNI oleh negara.

Jika pernyataan Presiden SBY pada saat pelantikan panglima TNI terpilih dipahami dengan baik oleh publik Indonesia, pengembalian hak berpolitik TNI pada pemilu 2009 bukanlah sebuah keputusan yang bijaksana. Ojo kesusu! Adalah ungkapan dalam bahasa jawa yang bermakna selalu berhati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil setiap langkah, sangat tepat digunakan untuk menyikapi keinginan berpolitik TNI pada pemilu mendatang. Pengembalian hak berpolitik TNI tanpa terlebih dahulu menuntaskan agenda-agenda reformasi TNI hanya akan memberi peluang terjadinya politisasi TNI pada pemilu. Hak berpolitik TNI hanya dapat dikembalikan pada saat tercapainya sebuah kondisi dimana objektifitas dan independensi prajurit TNI dalam menggunakan hak pilihnya terbebas dari intervensi kekuatan dan tekanan apapun. Namun sayangnya kondisi ideal tersebut belum tampak pada waktu sekarang ini.

Biografi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono adalah Presiden RI ke enam dan Presiden pertama yang dipilih langsung oleh Rakyat Indonesia. Bersama Drs. M. Jusuf Kalla sebagai wakil presidennya, beliau terpilih dalam pemilihan presiden di 2004 dengan mengusung agenda "Indonesia yang lebih Adil, Damai, Sejahtera dan Demokratis", mengungguli Presiden Megawati Soekarnoputri dengan 60% suara pemilih. Pada 20 Oktober 2004 Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik beliau menjadi Presiden.

Presiden SBY, seperti banyak rakyat memanggilnya, lahir pada 9 September 1949 di Pacitan, Jawa Timur. Seorang ilmuwan teruji, beliau meraih gelar Master in Management dari Webster University, Amerika Serikat tahun 1991. Lanjutan studinya berlangsung di Institut Pertanian Bogor, dan di 2004 meraih Doktor Ekonomi Pertanian.. Pada 2005, beliau memperoleh anugerah dua Doctor Honoris Causa, masing-masing dari almamaternya Webster University untuk ilmu hukum, dan dari Thammasat University di Thailand ilmu politik.

Susilo Bambang Yudhoyono meraih lulusan terbaik AKABRI Darat tahun 1973, dan terus mengabdi sebagai perwira TNI sepanjang 27 tahun. Beliau meraih pangkat Jenderal TNI pada tahun 2000. Sepanjang masa itu, beliau mengikuti serangkaian pendidikan dan pelatihan di Indonesia dan luar negeri, antara lain Seskoad dimana pernah pula menjadi dosen, serta Command and General Staff College di Amerika Serikat. Dalam tugas militernya, beliau menjadi komandan pasukan dan teritorial, perwira staf, pelatih dan dosen, baik di daerah operasi maupun markas besar. Penugasan itu diantaranya, Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad, Panglima Kodam II Sriwijaya dan Kepala Staf Teritorial TNI.

Selain di dalam negeri, beliau juga bertugas pada misi-misi luar negeri, seperti ketika menjadi Commander of United Nations Military Observers dan Komandan Kontingen Indonesia di Bosnia Herzegovina pada 1995-1996.

Setelah mengabdi sebagai perwira TNI selama 27 tahun, beliau mengalami percepatan masa pensiun maju 5 tahun ketika menjabat Menteri di tahun 2000. Atas pengabdiannya, beliau menerima 24 tanda kehormatan dan bintang jasa, diantaranya Satya Lencana PBB UNPKF, Bintang Dharma dan Bintang Maha Putra Adipurna. Atas jasa-jasanya yang melebihi panggilan tugas, beliau menerima bintang jasa tertinggi di Indonesia, Bintang Republik Indonesia Adipurna.

Sebelum dipilih rakyat dalam pemilihan presiden langsung, Presiden Yudhoyono melaksanakan banyak tugas-tugas pemerintahan, termasuk sebagai Menteri Pertambangan dan Energi serta Menteri Koordinator Politik, Sosial dan Keamanan pada Kabinet Persatuan Nasional di jaman Presiden Abdurrahman Wahid. Beliau juga bertugas sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan dalam Kabinet Gotong-Royong di masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Pada saat bertugas sebagai Menteri Koordinator inilah beliau dikenal luas di dunia internasional karena memimpin upaya-upaya Indonesia memerangi terorisme.

Presiden Yudhoyono juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi masyarakat sipil. Beliau pernah menjabat sebagai Co-Chairman of the Governing Board of the Partnership for the Governance Reform, suatu upaya bersama Indonesia dan organisasi-organisasi internasional untuk meningkatkan tata kepemerintahan di Indonesia. Beliau adalah juga Ketua Dewan Pembina di Brighten Institute, sebuah lembaga kajian tentang teori dan praktik kebijakan pembangunan nasional.

Presiden Yudhoyono adalah seorang penggemar baca dengan koleksi belasan ribu buku, dan telah menulis sejumlah buku dan artikel seperti: Transforming Indonesia: Selected International Speeches (2005), Peace deal with Aceh is just a beginning (2005), The Making of a Hero (2005), Revitalization of the Indonesian Economy: Business, Politics and Good Governance (2002), dan Coping with the Crisis - Securing the Reform (1999). Ada pula Taman Kehidupan, sebuah antologi yang ditulisnya pada 2004. Presiden Yudhoyono adalah penutur fasih bahasa Inggris.

Presiden Yudhoyono adalah seorang Muslim yang taat. Beliau menikah dengan Ibu Ani Herrawati dan mereka dikaruniai dengan dua anak lelaki. Pertama adalah Letnan Satu Agus Harimurti Yudhoyono, lulusan terbaik Akademi Militer tahun 2000 yang sekarang bertugas di satuan elit Batalyon Lintas Udara 305 Kostrad. Putra kedua, Edhie Baskoro Yudhoyono, mendapat gelar bidang Ekonomi dari Curtin University, Australia.